Jumat, 28 Januari 2011

berguru pada "si semut"

Assalammualaikum....eits harus senyum dulu kalau mau baca tulisan ini ^_^

Belajar dari SEMUT ....

Semut binatang yang kecil, mungkin semut ini sepupuan ya sama kutu? iya gak sih? atau mungkin semut ini buaya yg dibonsai? iya gak sih? aduh yang bener semut itu binatang apaan sih?

Semut adalah serangga eusosial yang berasal dari keluarga Formisidae, dan semut termasuk dalam ordo Himenoptera bersama dengan lebah dan tawon. Semut terbagi atas lebih dari 12.000 kelompok, dengan perbandingan jumlah yang besar di kawasan tropis. Semut dikenal dengan koloni dan sarang-sarangnya yang teratur, yang terkadang terdiri dari ribuan semut per koloni. Jenis semut dibagi menjadi semut pekerja, semut pejantan, dan ratu semut. Satu koloni dapat menguasai dan memakai sebuah daerah luas untuk mendukung kegiatan mereka. Koloni semut kadangkala disebut superorganisme dikarenakan koloni-koloni mereka yang membentuk sebuah kesatuan.

Semut telah menguasai hampir seluruh bagian tanah di Bumi. Hanya di beberapa tempat seperti di Islandia,Greenland dan Hawaii, mereka tidak menguasai daerah tesebut. Di saat jumlah mereka bertambah, mereka dapat membentuk sekitar 15 - 20% jumlah biomassa hewan-hewan besar.

Semut adalah hewan terkuat didunia. Walaupun tubuhnya kecil, ia mampu menopang benda dengan beban 50 kali dari beban tubuhnya. Jika diadukan dengan hewan sangat besar seperti gajah atau gorilla, yang hanya mampu menopang benda maksimal sampai 3 kali dari beban tubuhnya.

JADI, sekarang udah tau kah SEMUT itu apa? semut semut kecil....

Lalu, mengapa ada istilah 'salam semut' ? terus semut itu kan bikin gatel...males deh sama semut! semut jahat suka gigit, apalagi semut merah! hei...tetap ingat ya semut itu juga makhluk ALLAH....kita sodaraanlah sama si semut :)

TAHUKAH KAMU SEMUT MEMILIKI KEISTIMEWAAN ?

Dalam sebuah buku karya Harun Yahya yang berjudul 'DUNIA TEMAN KECIL KITA : SI SEMUT' dijelaskan bahwa :

Teknologi, kerja gotong-royong, strategi militer, jaringan komunikasi yang maju, hierarki yang rasional dan cerdik, disiplin, perencanaan kota yang sempurna… dalam bidang-bidang ini, yang manusia mungkin jarang cukup berhasil, semut selalu sukses. Makhluk ini, dengan per-lengkapan komplit untuk mengalahkan pesaing tangguh dan bertahan dalam kondisi alam yang sulit, dalam penglihatan kita mungkin semua serupa. Padahal, sebenarnya setiap spesies dari genus semut - yang jumlahnya ribuan - memiliki ciri-ciri yang berlainan. Tahukah kalian bahwa tak ada perbedaan sama sekali antara fosil mereka - yang tertua berusia sekitar 80 juta tahun - dan semut yang hidup sekarang, yang kira-kira berjumlah 8.800 spesies?

Saat menjelajahi dunia semut yang istimewa ini, kita akan dibuat terkagum-kagum oleh sistem yang sempurna ini dan semakin merasa perlu untuk berpikir dan menyelidiki. Saat itu pula, kita akan melihat kekeliruan teori evolusi sekaligus menyaksikan penciptaan Allah yang sempurna, sebuah karya yang maha penting. Dalam Al Quran, mereka yang berpikir tentang alam sehingga mengenali kemahakuasaan Allah, dipuji sebagai teladan bagi orang beriman. Ayat-ayat berikut men-jelaskan hal ini secara lengkap:

"Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi dan silih ber-gantinya malam dan siang, terdapat tanda-tanda bagi orang-orang yang berakal, (yaitu) orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri atau duduk atau dalam keadaan berbaring, dan mereka memikirkan penciptaan langit dan bumi (seraya berkata): "Ya Tuhan kami, tiadalah Engkau menciptakan ini dengan sia-sia. Mahasuci Engkau. Maka, peliharalah kami dari siksa neraka." (QS. Ali 'Imran, 3: 190-191)

Bayangkan sungguh luar biasanya si semut kan?

Lalu, sudah tahukah mengapa ada 'salam semut' ?
Apabila kita melihat semut, maka yang akan kita lihat ada segerombolan semut yang saling bertatapan saat berjumpa, mungkin tidak sekedar bertatapan tetapi mungkin mereka saling senyum dan saling peluk untuk menjaga silaturahmi....Indah kan dunia semut yang istimewa? Untuk itulah maka ada istilah 'salam semut' agar kita selalu saling menebar senyum dan pelukan hangat sebagai makhluk ciptaanNya...

Pernahkah semut mengeluh ?
pernah gak ya kita melihat semut yang sedang membopong makanan bersama-sama kemudian salah seekor semut merasa lelah lalu mundur dari barisan? hmmm kalau selama ini saya belum pernah melihatnya....dan itu artinya dalam melakukan setiap usaha, mereka tak pernah mengeluh, dan semangat kerja sama yang tinggi melahirkan solidaritas antar sesama semut :)

Lalu, kalau semut itu nakal boleh gak dibunuh? kan sebel ada semut !!

" Dalam hadist riwayat Ibnu Abbas Rasulullah s.a.w. melarang membunuh empat jenis hewan melata, yaitu semut, lebah, burung hud-hud dan burung sejenis jalak. (h.r. Abu Dawud sahih sesuai syarat sahihain). Khatabi dan Baghawi menegaskan bahwa semut di sini bukan semua jenis semut, tapi semut Sulaimaniyah, yaitu semut besar yang tidak membahayakan dan tidak menyerang manusia. Adapun semut-semut kecil yang kadang termasuk wabah dan mengganggu serta menyerang manusia, maka boleh dibunuh. Imam Malik mengatakan makruh hukumnya membunuh semut yang tidak membahayakan. Namun meskipun boleh membunuh semut, tapi sebaiknya mebunuh semut dengan cara tidak membakarnya, karena ada hadist yang menegaskan bahwa yang berhak menyiksa dengan api adalah Tuhan api. (h.r. Abu Dawud dari Ibnu Mas’ud). "

JADI, SEKARANG SUDAH LEBIH MENGENAL SEMUT BELUM ?

Mari belajar bersama-sama mengambil pelajaran dan BELAJAR BERSAMA DARI KISAH SI SEMUT :)

Alangkah indahnya hidup seperti si semut, biar kecil, biar terkadang tidak dianggap, tetapi memiliki peranan dalam pembangunan, saling kerja sama, disiplin, dan makhluk yang menjaga silaturahmi diantara sesamanya.... ^_^

Jangan lupa, semut pun tunduk pada ALLAH SWT...jadi kita juga harus tunduk dan patuh sama perintahNya....Amiiinnnnn :)


Salam semut
*Tala ^_^


Sumber :
E-book Harun Yahya --> 'Dunia Teman Kecil Kita : Si Semut
http://id.wikipedia.org/wiki/Semut
http://www.pesantrenvirtual.com/index.php/component/content/article/1-tanya-jawab/1099-hukum-memakan-semut-yang-tercampur-di-makanan

Tidak ada komentar:

Posting Komentar