Selasa, 01 Februari 2011

mata dan telingan lemah

Tanpa DIA, kita bukan apa-apa. Kita hanya manusia lemah yg harus tunduk dan patuh kepada-Nya...



Cerita ini saya dapat dr seorang kawan kemudian saya ambil hikmahnya.Lagi-lagi tentang masalah laki-laki dan perempuan. Mengapa kita diperintah untuk menjaga pandangan mata? Menjaga diri? Menutup aurat?Karena Allah SWT cinta keindahan, begitu juga kita para manusia. Namun sayang, keindahan yg kita lihat bisa menjadi "neraka" buat diri kita sendiri.



Sebenarnya baik laki-laki maupun perempuan sama2 harus menjaga mata, telinga, mulut, intinya menjaga diri, menjaga semua titipan-Nya sampai nanti DIA meminta semua harus dikembalikan.Its the story :Seorang laki-laki senang melihat wanita cantik (begitupun perempuan, senang melihat laki-laki tampan). Kemudian mereka jatuh hati, ya jatuh hati adalah fitrah manusia dan itu tandanya normal. Tapi karena tidak mau bersabar, akhirnya mereka "jadian".



Singkat cerita laki-laki benar2 terpesona dg kecantikan si perempuan. Begitupun si perempuan yg tergoda dg bujuk rayu laki-laki. Bahasa gaulnya sih "kena gombalan laki-laki". Di zaman modern begini memang lumrah adanya kalau laki-laki senang nge-gombal dan perempuan senang digombali. Ngeri banget kan kalo yg kyk gini jd budaya ?? Jujur sih, sometimes saya juga bisa kena gombalan mereka tp hanya untk situasi tertentu dan Alhamdulillah gak sampai masuk ke hati dan saya anggap itu hanya intermezzo. Beda hal mungkin kalo sudah jadi "halal", pasti malah bahagia digombali, hehehe



Oke kembali ke kisah laki-laki dan perempuan yg jadian itu. Setelah jadian, mereka rasanya bahagia sekali, dunia terasa milik mereka berdua dan yg lain ngontrak! Termasuk saya yg hobby ngontrak diantara mereka, hehehe



rayuan, pujian, kecantikan, kian hari kian menggoda. Kemana-mana diantar-jemput. (Yaampun ini sih tukang ojek namanya). Pokoknya"Indah bener, bikin semangat!" (bagi mereka)



Tetapi selang beberapa bulan, konflik ketidakcocokan mulai muncul, jadilah yg tadinya saya hidup diantara mereka ngontrak, skarang malah berbalik. Kita sama2 ngontrak! Ya, dg kata lain, mereka "putus". Ehm..cerita yg klise ya, habis putus mereka tidak lg menjalin komunikasi yg baik. Si laki-laki maunya begini dan si perempuan maunya begini. Nah lho? Repot deh!



"putus" ternyata juga bisa "memutuskan" silaturahmi lho.. Gawat ya? Dan gawatnya lagi bisa berdampak pd orang2 yg tadinya ngontrak di sekitar mereka. Kalau sudah begini, mau bilang apa?? Nasi sudah jadi bubur, sekalian aja tambahin kecap, abon, kerupuk! Pasti nikmat, hehehe



walaupun tidak semua kisah berakhir seperti ini, tapi kebanyakan berakhir seperti ini. So, pilih mana nih? Menjaga mata, hati, telinga (jadi kaya judul lagu Maliq & D'Essential yg diplesetin) ATAU memutus silaturahmi?? Naudzubillahimindzaliik ...



Inget ya "laki-laki yg baik hanya untuk perempuan yg baik, begitu juga sebaliknya" ^_^



hmm ibaratnya nih, kumbang aja milih bunga yg cantik dan berwarna menarik, nah bunga jg milih kumbang yg suaranya merdu. Trus mereka ketemunya di taman syurga.. Aaahh sweet banget! Hehehe



wah pagi-pagi malah ngebahas masalah kayak gini. Anyway, makasih buat mbak, mas, adek, kakak, nenek, kakek, emak, bapak yg sudah menginspirasi sampe saya nulis ini, hehehe ^_^



note :makasih buat yg sudah baca, semoga bermanfaat. Tapi maaf kalau ada istilah atau kata2 yg menyinggung atau mungkin kemiripan cerita. Maaf ya berarti gak sengaja kecontek ceritanya, hehehe

Jumat, 28 Januari 2011

berguru pada "si semut"

Assalammualaikum....eits harus senyum dulu kalau mau baca tulisan ini ^_^

Belajar dari SEMUT ....

Semut binatang yang kecil, mungkin semut ini sepupuan ya sama kutu? iya gak sih? atau mungkin semut ini buaya yg dibonsai? iya gak sih? aduh yang bener semut itu binatang apaan sih?

Semut adalah serangga eusosial yang berasal dari keluarga Formisidae, dan semut termasuk dalam ordo Himenoptera bersama dengan lebah dan tawon. Semut terbagi atas lebih dari 12.000 kelompok, dengan perbandingan jumlah yang besar di kawasan tropis. Semut dikenal dengan koloni dan sarang-sarangnya yang teratur, yang terkadang terdiri dari ribuan semut per koloni. Jenis semut dibagi menjadi semut pekerja, semut pejantan, dan ratu semut. Satu koloni dapat menguasai dan memakai sebuah daerah luas untuk mendukung kegiatan mereka. Koloni semut kadangkala disebut superorganisme dikarenakan koloni-koloni mereka yang membentuk sebuah kesatuan.

Semut telah menguasai hampir seluruh bagian tanah di Bumi. Hanya di beberapa tempat seperti di Islandia,Greenland dan Hawaii, mereka tidak menguasai daerah tesebut. Di saat jumlah mereka bertambah, mereka dapat membentuk sekitar 15 - 20% jumlah biomassa hewan-hewan besar.

Semut adalah hewan terkuat didunia. Walaupun tubuhnya kecil, ia mampu menopang benda dengan beban 50 kali dari beban tubuhnya. Jika diadukan dengan hewan sangat besar seperti gajah atau gorilla, yang hanya mampu menopang benda maksimal sampai 3 kali dari beban tubuhnya.

JADI, sekarang udah tau kah SEMUT itu apa? semut semut kecil....

Lalu, mengapa ada istilah 'salam semut' ? terus semut itu kan bikin gatel...males deh sama semut! semut jahat suka gigit, apalagi semut merah! hei...tetap ingat ya semut itu juga makhluk ALLAH....kita sodaraanlah sama si semut :)

TAHUKAH KAMU SEMUT MEMILIKI KEISTIMEWAAN ?

Dalam sebuah buku karya Harun Yahya yang berjudul 'DUNIA TEMAN KECIL KITA : SI SEMUT' dijelaskan bahwa :

Teknologi, kerja gotong-royong, strategi militer, jaringan komunikasi yang maju, hierarki yang rasional dan cerdik, disiplin, perencanaan kota yang sempurna… dalam bidang-bidang ini, yang manusia mungkin jarang cukup berhasil, semut selalu sukses. Makhluk ini, dengan per-lengkapan komplit untuk mengalahkan pesaing tangguh dan bertahan dalam kondisi alam yang sulit, dalam penglihatan kita mungkin semua serupa. Padahal, sebenarnya setiap spesies dari genus semut - yang jumlahnya ribuan - memiliki ciri-ciri yang berlainan. Tahukah kalian bahwa tak ada perbedaan sama sekali antara fosil mereka - yang tertua berusia sekitar 80 juta tahun - dan semut yang hidup sekarang, yang kira-kira berjumlah 8.800 spesies?

Saat menjelajahi dunia semut yang istimewa ini, kita akan dibuat terkagum-kagum oleh sistem yang sempurna ini dan semakin merasa perlu untuk berpikir dan menyelidiki. Saat itu pula, kita akan melihat kekeliruan teori evolusi sekaligus menyaksikan penciptaan Allah yang sempurna, sebuah karya yang maha penting. Dalam Al Quran, mereka yang berpikir tentang alam sehingga mengenali kemahakuasaan Allah, dipuji sebagai teladan bagi orang beriman. Ayat-ayat berikut men-jelaskan hal ini secara lengkap:

"Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi dan silih ber-gantinya malam dan siang, terdapat tanda-tanda bagi orang-orang yang berakal, (yaitu) orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri atau duduk atau dalam keadaan berbaring, dan mereka memikirkan penciptaan langit dan bumi (seraya berkata): "Ya Tuhan kami, tiadalah Engkau menciptakan ini dengan sia-sia. Mahasuci Engkau. Maka, peliharalah kami dari siksa neraka." (QS. Ali 'Imran, 3: 190-191)

Bayangkan sungguh luar biasanya si semut kan?

Lalu, sudah tahukah mengapa ada 'salam semut' ?
Apabila kita melihat semut, maka yang akan kita lihat ada segerombolan semut yang saling bertatapan saat berjumpa, mungkin tidak sekedar bertatapan tetapi mungkin mereka saling senyum dan saling peluk untuk menjaga silaturahmi....Indah kan dunia semut yang istimewa? Untuk itulah maka ada istilah 'salam semut' agar kita selalu saling menebar senyum dan pelukan hangat sebagai makhluk ciptaanNya...

Pernahkah semut mengeluh ?
pernah gak ya kita melihat semut yang sedang membopong makanan bersama-sama kemudian salah seekor semut merasa lelah lalu mundur dari barisan? hmmm kalau selama ini saya belum pernah melihatnya....dan itu artinya dalam melakukan setiap usaha, mereka tak pernah mengeluh, dan semangat kerja sama yang tinggi melahirkan solidaritas antar sesama semut :)

Lalu, kalau semut itu nakal boleh gak dibunuh? kan sebel ada semut !!

" Dalam hadist riwayat Ibnu Abbas Rasulullah s.a.w. melarang membunuh empat jenis hewan melata, yaitu semut, lebah, burung hud-hud dan burung sejenis jalak. (h.r. Abu Dawud sahih sesuai syarat sahihain). Khatabi dan Baghawi menegaskan bahwa semut di sini bukan semua jenis semut, tapi semut Sulaimaniyah, yaitu semut besar yang tidak membahayakan dan tidak menyerang manusia. Adapun semut-semut kecil yang kadang termasuk wabah dan mengganggu serta menyerang manusia, maka boleh dibunuh. Imam Malik mengatakan makruh hukumnya membunuh semut yang tidak membahayakan. Namun meskipun boleh membunuh semut, tapi sebaiknya mebunuh semut dengan cara tidak membakarnya, karena ada hadist yang menegaskan bahwa yang berhak menyiksa dengan api adalah Tuhan api. (h.r. Abu Dawud dari Ibnu Mas’ud). "

JADI, SEKARANG SUDAH LEBIH MENGENAL SEMUT BELUM ?

Mari belajar bersama-sama mengambil pelajaran dan BELAJAR BERSAMA DARI KISAH SI SEMUT :)

Alangkah indahnya hidup seperti si semut, biar kecil, biar terkadang tidak dianggap, tetapi memiliki peranan dalam pembangunan, saling kerja sama, disiplin, dan makhluk yang menjaga silaturahmi diantara sesamanya.... ^_^

Jangan lupa, semut pun tunduk pada ALLAH SWT...jadi kita juga harus tunduk dan patuh sama perintahNya....Amiiinnnnn :)


Salam semut
*Tala ^_^


Sumber :
E-book Harun Yahya --> 'Dunia Teman Kecil Kita : Si Semut
http://id.wikipedia.org/wiki/Semut
http://www.pesantrenvirtual.com/index.php/component/content/article/1-tanya-jawab/1099-hukum-memakan-semut-yang-tercampur-di-makanan

Selasa, 25 Januari 2011

training ESQ regular angkatan 51 Semarang

ESQ Leadership Center Semarang kembali mengadakan training regular angkatan 51. Training yang diselenggarakan pada tanggal 22-23 Januari 2011 di Quest Hotel ini mampu menyedot animo peserta training sebanyak 44 orang peserta. Training kali ini dipandu oleh Bapak Novriza A.P dan Bapak Yus Ibnu Yasin yang memiliki lisensi resmi dari Bapak Ary Ginanjar Agustian.

Peserta training berasal dari berbagai macam lembaga dan instansi pemerintah dan kepolisian. Peserta training berasal dari berbagai kawasan di Jawa Tengah yaitu Batang, Semarang dan sekitarnya.

Training berjalan dengan lancar selama 2 hari dan peserta pun merasakan “feel experiences” setelah mengikuti training ini. Kebanyakan peserta yang sudah berkeluarga bahkan memberikan testimoni bahwa mereka akan mengajak anggota keluarganya untuk bergabung dalam training ESQ selanjutnya.

Pada training kali ini ada sebuah kisah mengharukan yang dialami peserta training. Salah seorang peserta training datang bersama suaminya dan kemudian Beliau menceritakan kisah perjalanan hidup mereka sebelum berumahtangga. Pada akhirnya mereka merasakan kebahagiaan yang luar biasa. Mereka merasa seperti terlahir kembali setelah mengikuti training ini dan merasa memiliki kekuatan untuk terus membina keluarga yang berlandaskan nilai-nilai Ihsan, Iman, dan Islam.

Senin, 24 Januari 2011

'Iqra

Minggu kemarin tanggal 23 Januari 2011, Alhamudlillah saya dikasih kesempatan untuk menghabiskan waktu sepanjang hari dengan sangat bermanfaat. Selesai training ESQ, saya dan seorang adek spiritual (sebut aja namanya Rizky Amalia Zaky, hehhee) meluncur ke POLDA Jawa Tengah dengan kondisi perut yang kelaperan, hehhehe *curhat! (just intermezzo biar pada ketawa- hehehe MAKSA!)

Kami datang kesana karena ada pengajian akbar yang dibawakan oleh Ustadz Yusuf Mansur, malam itu temanya tentang Al Ma’tsurat. Pembukaan di awali oleh Ustadz Fadlan yang membahas tentang Sekolah Daqu School dan membahas sebagian kecil tentang Al Ma’tsurat yang menjadi Tema tersebut. Dikisahkan bahwa al ma’tsurat yang terkenal biasanya yang terangkum dalam Al Ma’tsurat Imam Hasan Al Bana. Namun, ada sedikit perbedaan dalam Al Ma’tsurat Ustad yusuf Mansur. Dimana beliau pun mengambil Al Ma’tsurat ini berdasarkan amalan Kanjeng Nabi Muhammad SAW.

Acara dimulai dengan cerita Ustadz Yusuf Mansur yang menceritakan kehamilan istrinya yang melahirkan wirda. Beliau bercerita bahwa anaknya tersebut merupakan anak yang tidak dididik secara langsung oleh beliau. Namun, amalan yang tidak pernah beliau tinggalkan adalah amalan Al Ma’tsurat ketika istrinya hamil. Amalan Al Ma’tsurat tersebut adalah Surat Yasin, Ar Rahman, Al Waqi’ah, dan Al Mulk.
Sungguh luar biasa anak Ustd yusuf Mansur yang satu ini. Beliau pernah berkata kepada ayahnya.

Wirda : “Pah, aku mau menghafal Al Qur’an 2 Juz saja”
Ustd Yusuf Mansur : “Alhamdulillah, selamat menghafalkan Wirda”
Suatu malam, tepatnya ketika dini hari. Wirda berbisik kepada ayahnya
Wirda : “Pah, aku mau menghafal Al Qur’an 2 juz saja, tapi malah diomelin”
Ust : “ Siapa yang ngomelin kamu?” (dengan sangat kaget sekali karena Beliau dan istrinya tidak pernah merasa memarahi anaknya)
Wirda : “ Rasulullah, katanya mengapa yang ingin dihafal hanya 2 juz saja, tidak semuanya?”
Ustd : “ Masaya allah, papah aja solawat kepada Rasulullah belum pernah ketemu beliau. Nanti kamu tanyain apa yang harus papah lakukan biar bisa ketemu Beliau”
Wirda : “ iyah pah nanti Wirda tanyain”

Beberapa malam berikutnya
Wirda : “ Pah, wirda udah Tanya ke Rasulullah, katanya kalau papah ingin bertemu Beliau, maka harus membaca surat Muhammad”.

Masya Allah, sungguh luar biasa amalan Al Ma’tsurat yang diterapkan oleh ustadz yusuf Mansur ketika istrinya hamil. Seorang anak kecil sudah bisa bertemu Rasulullah Muhammad SAW. Ustadz Yusuf Mansur belum bisa mengamalkan hal tersebut karena belum siap untuk bertemu Rasulullah Muhammad SAW.
Acara dilanjutkan dengan Muroja’ah hafalan anak Yusuf Mansur yang lain. Fahmi dan Habib. Subhanallah….”Ya ALLAH, aku berdoa pada-Mu, berikanlah hamba keturunan-keturunan yang soleh.”

Kesimpulan yang didapat dari acara ini adalah amalan Al Ma’tsurat yang sebaiknya dilakukan adalah
Ba’da Subuh : Membca surat Al Waqi’ah
Ba’da Dhuha : Membaca surat Ar Rahman
Ba’da Ashar : Membaca surat Al Waqi’ah
Ba’da Maghrib/isya : Membaca surat yasin
Menjelang tidur : Membaca surat Al Mulk

Untuk menghindari Bid’ah atau amalan baru, maka urutan tidak menjadi masalah. Yang terpenting keempat surat tersebut dibaca sebagai amalan rutin agar selalu mendapat kemudahan ALLAH SWT

Note :
Kalau ada yang kurang sependapat dengan apa yang saya dapatkan dari ceramah ini, niatkan saja itu untuk membaca Al-Qur’an daripada tidak sama sekali. Karena pada dasarnya setiap surat-surat yang ada di Al-Qur’an memiliki fadhilah masing-masing.

Kalau kata teman saya, ada kesimpulan lain dari isi ceramahnya ”Kalau mau mendapat anak yang sukses (sholeh, penuh barokah, dll) itu hasil kerjasama antara ayah dan ibunya, gak Cuma mengandalkan ayahnya yang sholeh ataupun ibunya yang sholehah saja.” sudah ada contoh nyatanya dimana Nabi Nuh a.s dengan istrinya yang menghasilkan anak yang durhaka. Fir’aun dan istrinya walaupun istrinya sholehah tetapi anaknya juga tidak beres. Atau kalau mau contoh suksesnya, lihat kisah Nabi Ibrahim dengan istrinya yang sholehah maka anaknya sukses semuanya. InsyaAllah.

Wallahualam bisowab...


Thanks to :
Mba Lulu (yang sudah menginfokan adanya pengajian akbar ini)
Nur Muhammad Malikul Adil (copas isi notenya dengan editan seperlunya, habis ente udah nulis duluan sih)
Arief Rachman Saputra (buat kesimpulan tambahannya)

Minggu, 23 Januari 2011

'belajar' dari proses belajar

Beberapa hari belakangan euforia masalah nilai akhir semester sangat heboh di kampus. Mulai dari status update di facebook, twitter, dan mungkin di BBM juga heboh soal nilai. Ada yang gembira, ada yang bersedih. Itulah liku-liku nasib sebagai mahasiswa. Mahasiswa yang memiliki tuntutan untuk terus belajar guna memperoleh kesuksesan di masa depan.

Kebanyakan mahasiswapun berpikir bahwa nilai yang bagus, IP (Indeks Prestasi) yang bagus adalah jaminan kebahagiaan yang menjanjikan. Kalau mendapat nilai bagus itu artinya kelak mereka akan menjadi orang yang sukses.

Pun demikian dengan yang menangisi nilai yang diperoleh. Mereka yang mendapat nilai kurang baik hanya bisa gigit jari, menyesal, dan menangisi semua kesempatan belajar yang ada. Memang kata menyesal selalu muncul di akhir cerita, memang begitu hukumnya, kalau kata menyesal itu muncul di awal itu namanya harapan.

Kebanyakan dari mahasiswa akan menyalahkan dosen yang memberi nilai kurang memuaskan. Kecenderungan memberikan stereotype, penilaian negatif tanpa mau ikut introspeksi diri.

Tetapi apakah dengan nilai yang kurang memuaskan lalu mereka kecewa begitu saja? Rasanya sayang sekali kalau hanya menyesal dan menangis. Kalau kita mau sedikit merundukkan hati, maka Allah Yaa Lathiif akan melembutkan hati kita dan kita akan berpikir jernih, mengapa kita bisa mengalami kegagalan ataupun kesuksesan dalam belajar?

Cerita yang saya alami beberapa waktu belakangan membuat hati saya tergugah untuk memaknai arti dari “euforia nilai”. Sebenarnya apa sih yang dicari dari kuliah? Kuliah pada hakekatnya adalah bentuk pengabdian kepada Yang Maha Cerdas, Ar-Rosyiid. Jadi kenapa kalau nilai kurang memuaskan kita malah menganggap diri kita yang bodoh ataupun dosen yang terlalu pelit memberikan nilai?
Saya jadi ingat pernah mendapatkan sebuah pesan singkat yang berbunyi : “Kalau apa yang kita inginkan belum dipenuhi oleh Allah, maka coba lihat shalat kita. Sudahkah kita menjalankannya tepat waktu?”. Mungkin saya bisa menganalogikan pesan itu dengan cerita ini. Ketika seorang mahasiswa memperoleh nilai yang kurang memuaskan, cobalah lihat usaha yang mereka lakukan. Sudahkah mereka belajar dengan giat, sudahkah mereka benar-benar memahami materi yang dujikan, atau sudahkah mereka mau mengakui kekuatan dan kelemahan diri dalam belajar. Sudahkah mereka menghargai prosesnya?

Jika kita menginginkan rezeki yang lebih maka Allah menganjurkan kita untuk melakukan shalat Dhuha dan melakukan shalat malam untuk lebih mendekatkan diri padaNYA. Jika kita menginginkan nilai dan IP yang baik sudahkah kita belajar dengan sungguh-sungguh? Sudahkah kita benar-benar meminta pertolongan kepadaNYA?

Jangan sampai kita menutup hati dengan mengikuti emosi, ketika melihat kenyataan mendapat nilai yang kurang memuaskan alangkah bijaknya kita kembalikan kepada diri kita. Introspeksi diri untuk menilai usaha yang kita lakukan dan belajar menghargai proses dibalik pencapaian suatu hasil. Jika kita mampu menghargai prosesnya maka kita akan mampu merasakan kebahagiaan. Sesungguhnya kebahagiaan bukan berada di angka A, B, C, atau D sebagai pencapaian nilai tetapi kebahagiaan berada di balik proses kejujuran (tidak mencontek) dan penuh tanggungjawab dalam berusaha.

Rabu, 19 Januari 2011

today.

tentang hari ini. menjadi hari yang sangat spesial karena saya belajar banyak hal di hari ini.



cerita satu (1) :

tepat jam 3 pagi, hujan deras mengguyur langit Tembalang, langit tempat saya tinggal di Semarang selama 3,5 tahun belakangan. Teringat nanti jam 7 pagi saya harus sudah tiba di sekolah tempat saya bertemu dengan seorang anak tunanetra yang sedang ujian. Hujan tidak juga reda, akhirnya saya nekad menerabas hujan dengan memakai jas hujan. isi bensin penuh dan sandal jepit! Saya taksir perjalanan ke sekolah itu hanya sekitar 45 menit tetapi ternyata saya baru sampai di sekolah setelah kurang lebih 2 jam berputar-putar di jalan.



Maklum ini kali pertama saya datang ke sekolah yang ini, informasi mendadak jadi tidak sempat survey tempat. Alhasil saya bertanya kepada seorang teman yang sudah pernah kesana, tetapi dia hanya menjawab "Aduh..maaf Tala, namanya juga perempuan bukan navigator yg baik, kamu tanya aja sama mas2 disana...". Okelah, saya mengikuti petunjuknya yang ternyata miskomunikasi dengan maksud yg ada di pikiran saya! Astaga! Ini sih namanya NYASAR! setelah 2 kali bertanya kepada orang di pinggir jalan, ternyata kedua orang tua membuat saya semakin KESASAR!" Oke, terima kasih banyak ya mas..smoga kebaikan kalian dianggap amal ibadah, AMin"



Buat yang tahu daerah Semarang :

saya bertujuan mau ke Puspowarno (sebrang pasar Karang Ayu), tetapi saya bablas sampai BSB (itu loh dekat IAIN Wallisongo, arah Jakarta!) , trus nyasar sampai Indraprasta juga! Kacau banget kan nih!



Kebetulan pulsa telepon saya sedang habis, yang ada hanya pulsa sms makanya saya pun jadi gak fleksibel sama sekali...(memang sengaja hemat biar gak telepon mulu, hahha ngeles!). Akhirnya Pak Basuki (yang mengamanahi saya datang ke sekolah itu) menelepon saya dan memberi tahu arah sekolahnya secara rinci dan kali ini ternyata kami satu jaringan sinyal otak, frekuensi otaknya sama, jadinya gak pake nyasar lagi udah nyampe!



Yaaapp...setelah hampir 2 jam perjalanan (saya berangkat jam 6 pagi), ALhamdulillah sampai...dan saya mulai bertugas! Sepanjang 2 jam nyasar, Alhamdulillah Allah kasih saya ketenangan dan kesabaran, jujur tidak ada sedikitpun amarah karena menemui orang yang memberi informasi salah. Entah kenapa pagi ini, walaupun dalam keadaan lapar tetapi otak saya masih bisa berpikiran dingin karena saya yakin pertolongan itu akan datang! Dan hanya orang-orang yang berkepala dingin yang akan menemukan jalan keluar.



cerita dua (2) :

Setelah selesai dari kegiatan pertama, saya langsung tancap gas ke daerah Mijen. Sekitar 45 menit lagi dari tempat pertama. Saya ingin bermain di sebuah rumah yang dinamakan Rumah Sahabat (rumah tempat sahabat-sahabat tunanetra saya menimba 'ilmu'). Kalau yang ini Alhamdulillah gak kesasar karena memang saya sudah pernah kesini. Hanya saja setiap datang kesini, bertemu dengan sahabat-sahabat rasanya tenang sekali. Berbincang banyak hal dan akhirnya saya pun curhat masalah skripsi saya yang macet total! Di sana saya melihat sahabat2 saya sedang melakukan banyak hal, mulai dari menyiapkan studio untuk siaran radio, belajar menggunakan netbook, dan bahkan saya disuguhi segelas teh hangat buatan Mas Gito (seorang sahabat tunanetra). Betapa mandirinya dan menyenangkannya mengenal mereka. Setelah hampir 2 jam di sana, saya ingin pulang tetapi tidak diizinkan oleh Pak Basuki. Ternyata saya mengetahui hikmah di akhir, mengulur waktu kepulangan saya ke kost tetapi saya mendapatkan jatah Sholat Dzuhur berjamaah, saya makan siang bersama mereka, dan yang paling surprise adalah saya mengikuti kajian Al-Qur'an bersama mereka. Subhanallah....Allah memang selalu menyiapkan kejutan bagi saya!



cerita tiga (3) :

kali ini saya sengaja menyasarkan diri, hmm bukan menyasarkan tetapi memang tadinya mau sekalian ke Ungaran dulu, mau survey rumah seorang sahabat tunanetra yang terbaring lemah tetapi apa mau dikata, kali ini memang saya yang sok tahu jalan! Akhirnya saya pulang ke kost menghabiskan waktu 1 jam lebih. Lagi-lagi saya siap-siap sudah memakai jashujan walaupun ternyata jalanan kering kerontang dan saya tampak aneh memakai jashujan sendirian! Fiiuuhh....



cerita empat (4) :

Alhamdulillah tepat adzan sholat Ashar saya sudah tiba di kost....langsung ambil handuk dan mandi sore dilanjutkan sholat Ashar. setelahnya, saya ingin tidur rasanya, menyelonjorkan kaki yang seharian berkelana bersama mimi (panggilan sayang untuk motor saya). Apa mau dikata saya kepikiran soal skripsi. Karena adanya miskomunikasi yah akhirnya saya hanya bisa mengelus dada dan berucap "sabaarr....Allah cinta saya hambaNya yang sabaaarrr..". Dengan kata lain, selama hampir 1 semester ini terbuang (tetapi tidak sia-sia,menurut saya.red-), saya belum bisa mendapatkan hasil apa-apa. Everything is rejected! (istilah yang saya ciptakan!). Kali ini tidak bisa lagi membendung airmata, keluar, tumpah semuanya....saya tutup jendela kamar, saya pasang musik nasyid dengan harapan bisa membuat hati lebih tenang dan otak menjadi dingin kembali. Saya tumpahkan semua airmata sampai tidak lagi tersisa...lalu saya duduk beristigfar dan terus berdoa dan berharap adanya sebuah pertolongan. Pada saat itu saya mengirimkan sms ke sahabat saya dan kepada Pak Basuki. Sahabat saya hanya bisa bilang "Sabarrr..", sedangkan Pak Basuki (ohya, Pak Basuki ini seorang tunanetra loh) membalas sms saya "Bersyukurlah Mba, Allah memberikan kesempatan berkarya lebih baik...saya juga berterimakasih karena diberi kesempatan untuk ikut berpikir.". Yes, saya meminta bantuan Beliau untuk memikirkan ide skripsi yang tadi saya ceritakan ketika di rumah sahabat....Alhamdulillah hati ini menjadi jauh lebih tenang karena ada perpanjangan tangan-Nya....



Lalu, tersadar dari kekhilafan dan kecengengan diri sendiri, saya teringat sebuah ayat yang selalu menjadi andalan saya ketika sedang dtimpa masalah "Sesungguhnya bersama kesulitan ada kemudahan. (Q.S Al-Insyirah : 6)", dan seorang adek (ciyeee adek) memberi komentar "dan kemudahan ini sangat suka menemui orang yang berfikir dengan kepala dingin...alias ga panik waktu ketemu msalah :D klo ga pcy coba aja :P"



Alhamdulillah semuanya perlahan menjadi sebuah semangat dan keyakinan baru...



Jangan hitung berapa waktu yang akan saya habiskan untuk lulus dan bergelar Sarjana karena prosesnya yang sangat rumit, tidak ingin menyalahkan pihak kampus dan juga diri sendiri tapi saya yakin Allah punya rencana indah sekali...

Yang saya tahu, akan ada banyak pelajaran dan hikmah di balik hari ini, bukan hari yang berat tapi awal dari hari berat selanjutnya. Memang benar ketika kita sedang ditimpa masalah, kebuntuan, tetap gunakan kepala dingin karena dengan begitu jalan keluar dari masalah akanmuncul satu persatu. Kita boleh berencana, memiliki target dan harapan tetapi jangan lupa ada Dia yang menuliskan skenarioNya. Tidak ada sesuatu pun yang sia-sia. Bukan hasil yang dinilai tetapi proses dibalik pencapaian hasil. Bersabar dab bersyukur maka Allah akan menambahkan keberkahanNya. Ikhtiar dan Tawakal adalah jalan terbaik dalam menjalani hidup.



"Sesungguhnya bersama kesulitan ada kemudahan." (Q.S Al-Insyirah : 6)



Maaf ya sudah 'memaksa' teman-teman untuk membaca tulisan saya ini yang notabene curhat orang galau, hehehhehe. Semoga kita bisa saling mendoakan dan mengingatkan...



SEMANGAT !! ^_^
(11 Januari 2011)

cermin



Hujan deras disertai mati listrik. Alhamdulillah kamar ini gelap gulita. Apa tandanya ya?
Mungkin tandanya memang sudah waktunya istirahat..tapi mata ini belum juga mau terpejam mungkin karna efek habis belajar dan membaca buku ya? Hmm jadi ingat ucapan seorang sahabat "kamu aneh Tala! Suka memikirkan hal gak penting yg gak terpikirkan orang lain.."

really? Gw seaneh itu? Oke gpp lah..

Trus apa hubungannya dg CERMIN ??

Mati listrik, gelap, boro2 bisa ngaca pengen mandangin wajah yg dr dulu sampe skarang gak berubah2, hehehe

gelapnya kamar ini jadi ngingetin gw, "Astagfirullah... Gimana rasanya saat di liang lahat? Gelap, gak ada yg nemenin, kalopun ada palingan cacing yg pengen gerogotin jasad gw kelak..serem!"

c e r m i n . . .
Salah satu hobi gw adalah 'bercermin', bukan ngaca seperti ABG2 yg pengen difoto. Tapi bercermin sambil mengajak diri sendiri dialog..
Jujur, gw takut sm cermin! Mau tau knapa?
Seandainya cermin bisa ngomong dan membongkar smua aib aib kita, pasti wajah yg kita banggakan ini kagak bakal kebentuk lagi ...

Makanya Allah SWT cinta banget sm kita. DIA menutupi semua aib aib kita slama ini :'(

c e r m i n . . .
Alhamdulillah gw masih punya sepasang mata, sebuah hidung, mulut, pipi, kening, dagu, sepasang telinga, tangan, kaki, dan otak yg bentuknya masih sujud. Jadi InsyaAllah msh bs berpikir dan mensinkronkan dg hati ...

c e r m i n . . .
Di balik cermin, gw punya kesalahan sm orang lain, peristiwa gak enak di masa lalu, kekecewaan, dan unek unek lainnya. Tapi lewat cermin gw pun tersadar sendiri.
"Apalah artinya hidup kalau bukan untk beribadah dan mengabdi kepadaNYA serta dg ikhlas memaafkan diri sendiri dan ksalahan lalu..."

c e r m i n . . .
Gunakan cermin untuk lebih mengenal diri sendiri agar kita lebih mengenal-NYA ..

c e r m i n . . .
Anggaplah air untk berwudlu adalah cermin yg membuat kita memohon ampunan dan petunjuk atas smua peminjaman (wajah, hidung, tangan, kaki, telinga, kepala, telapak tangan, mulut, mata, dll) yg dibasuh setiap wudlu menjadi 'pinjaman yg berkah' AMIN

cermin.
cermin.
cermin.
Bercermin dengan do'a dan slalu mensyukuri setiap pemberian-NYA

jadi ingat Q.S Ibrahim : 7 --> bersyukur sebanyak2nya :)

-mati listrik membuat semakin sujud dan kecil sekali-
(1 Januari 2011)