Rabu, 19 Januari 2011

Kartini zaman modern "mendidik untuk pendidikan"



20 April 2010

besok adalah hari Kartini, di berbagai sekolah pastilah sudah ramai persiapan untuk merayakan hari Kartini. sekedar mengenang betapa berharganya jasa Ibu RA Kartini bagi bangsa Indonesia khususnya bagi perempuan Indonesia :)

kali ini aku ingin menceritakan sosok wanita Indonesia yang menurutku dia itu seorang wanita yang hebat, dan memiliki kepedulian terhadap dunia pendidikan di tanah air kita. Aku mulai mengenal sosoknya ketika aku duduk di bangku sekolah dasar, melihat gambar wajahnya di salah satu kalender yang menggantung di sudut rumahku, melihat wajahnya , membaca tulisan singkat di bawah gambar itu. --Butet Manurung, seorang wanita Indonesia yang mengajarkan suku anak Rimba belajar--

dari dulu hingga kini aku tetap mengagumi sosok Butet Manurung...untuk itu, kali ini aku ingin mendedikasikan tulisanku ini untuk seorang Butet Manurung :) (sayang Beliau tidak membaca tulisanku ini)

Nama lengkapnya Saur Marlina Manurung, ia lahir di Jakarta pada tanggal 21 Februari 1972. Namanya begitu indah lalu mengapa dipanggil Butet? ya, Butet adalah panggilan sayang untuk anak perempuan yang berasal dari tanah Batak. Butet kecil tinggal di kota Jakarta, bersekolah disana namun ia sempat merasakan hidup di Belanda selama kurang lebih 4 tahun. Bisa dibilang, Butet kecil adalah seorang gadis kecil yang hidup di lingkungan keluarga berkecukupan. Butet kecil adalah seorang 'gadis pingitan', kemana-mana ia diantar jemput oleh supir pribadinya. Bisa dibayangkan bagaimana kehidupan masa kecilnya?

Menginjak usia remaja, Butet memilih untuk melanjutkan studi ke kota kembang, Bandung. Ia menempuh 2 pendidikan yaitu Bahasa Indonesia dan antropologi. Butet dikenal sebagai gadis pecinta alam Indonesia..ia sangat mencintai alam, manusia, dan kebudayaan yang ada. Yah sangat sesuai dengan antropologi dimana di dalamnya kita diajak berkeliling Indonesia bahkan dunia hanya sekedar untuk mengenal manusia dan kebudayaannya. Selama kuliah, ia memiliki pekerjaan sambilan menjadi seorang pengajar, ia mengajar matematika dan organ. Lalu, penghasilannya mengajar ia tabung karena ia memiliki cita-cita ingin naik gunung dan bertemu dengan alam setiap bulannya. Dan ia sangat mencintai alam Indonesia. Banyak orang memiliki kegemaran untuk naik gunung, bertemu alam tapi Butet agak sedikit berbeda, caranya menikmati keindahan alam adalah dengan mengabdi di sebuah pedalaman di pulau Sumatera.

Di dalam UUD 1945 pada pasal 31 pada ayat 1 dijelaskan bahwa tiap-tiap warga negara berhak mendapat pengajaran, dan pada ayat 2 dijelaskan bahwa pemerintah mengusahakan dan menyelenggarakan suatu sistem pengajaran nasional yang diatur dalam UU. Apabila kita menilik pada kedua ayat tersebut jelas sudah bahwa setiap warga negara Indonesia berhak mendapat pengajaran! Namun menilik wilayah geografis Indonesia seringkali sistem pengajaran ini tidak bisa merata, masa iya? Sesuai dengan SISDIKNAS (Sistem Pendidikan Nasional) telah dijelaskan mengenai jenis pendidikan, subjek belajar dan lain sebagainya. Pemerintah yang membuat dan ikut andil dalam proses pembelajaran yang ada di negara ini. Namun kenyataannya, pemerintah belum mampu melakukan pendeketan terhadap suku-suku pedalaman yang masih buta aksara, buta akan perkembangan dunia. Ironis sekali, hal ini sangat bertolak belakang dengan keadaan pendidikan di kota-kota besar seperti Jakarta, Surabaya, Makassar, dan Medan.

Bukan ingin menyalahkan pemerintah tetapi bersyukurlah kita para warga negara Indonesia yang memiliki seorang Butet Manurung. Di usianya yang masih muda Butet memilih untuk mengabdi pada negara yaitu melalui caranya memberikan pengajaran pada ORANG RIMBA di Jambi. Awalnya ia menemui banyak kesulitan dalam mengajar karena orang-orang suku ini benar-benar tidak memiliki kemampuan membaca apalagi menulis. Dengan sabar ia tinggal dan menetap di Taman Nasional Bukit Dua Belas. Kesulitan demi kesulitan mampu dihadapi oleh Butet dengan kesabarannya. Sampai pada akhirnya ia menemukan sebuah metode pembelajaran yang efektif yang dapat diterapkan pada orang rimba. Dalam beberapa bulan ia mampu menciptakan sistem belajar yang dinamakan SOKOLA RIMBA. Dalam Sokola Rimba, orang-orang rimba diajarkan menulis, membaca, berhitung. Sistem pembelajarannya menggunakan metode mengajar berbasis antropologi, dengan cara memasukkan unsur kehidupan sehari-hari orang rimba. Dengan demikian sistem sokola rimba mampu memberikan hasil yang positif bagi perkembangan dunia pendidikan pada orang Rimba.

Cerita lucu dibalik proses mengajarnya :
Dalam sebuah artikel, Butet menceritakan betapa uniknya mengajar di pedalaman orang rimba. Ia harus naik ke atas pohon demi mengajarkan membaca dan menulis pada anak-anak suku Rimba. Oke, Butet berada di atas pohon sedangkan anak-anak rimba itu malah berada di bawah dan sedang menombak-nombak Beruang hutan. Kurang sabar apa ya sosok Butet yang tak jemu mengajarkan anak-anak itu?

Karena sistem sokola rimba dinilai berhasil, maka sistem ini kemudian diterapkan pada beberapa suku pedalaman lainnya misalnya di daerah Halmahera dan Flores. Dengan ini pemerintah mulai melirik keberhasilan sistem pendidikan ini dan berencana untuk menerapkan sistem pendidikan ini bagi beberapa daerah khusus di pedalaman tanah air Indonesia....

--------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Teman-teman,,
mungkin awalnya kalian belum mengenal siapa itu Butet Manurung, tetapi sekarang sebagian dari teman-teman sudah mengenalnya. Betapa hebatnya seorang manusia modern yang hidup di kota besar dengan ikhlas meninggalkan kotanya demi mengabdi pada dunia pendidikan di sebuah pedalaman. Tidak dibayar, tidak mendapat apa-apa tapi dia rela melakukannya. Mungkin di luar sana juga masih banyak Butet-butet lainnya yang berjuang untuk dunia pendidikan kita. Sebagai generasi muda, alangkah baiknya kalau kita mensyukuri dengan adanya fasilitas yang memudahkan kita selama menjalani pendidikan. See?

Kartini tidak pernah mati, semangatnya selalu ada di jiwa-jiwa perempuan Indonesia.
Indonesia terlalu kaya memiliki banyak tokoh pendidikan yang menggoreskan tinta sejarah, dan tanah air ini sungguh beruntung memiliki generasi penerus bangsa yang peduli pada dunia pendidikan Indonesia.
Jadi teringat lirik lagunya Pandji Praqiwaksono :
Nggak semua hidup berkecukupan dengan sandang dan papan
Kita bisa berteriak sebangsa serempak, kita maju "Pendidikan adalah hakku!"
Kita minta pendidikan gratis, tapi kalau lagu dibajak mengapa nangis?
Musik adalah pendidikan, pembebasan dari pembelengguan, kebodohan, keminderan, jangan heran, kalau orang banyak yang berharap bisa mengecap musik dengan gratisan.
Bagai pendidikan.
Ingat teman, guru guru ini disejarah akan terekam:
John Lennon, Bob Dylan, Bob Marley, Bang Iwan, dan Marvin, dan Bono, dan Tupac!

--------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
So, SELAMAT HARI KARTINI 21 APRIL 2010 & SELAMAT HARI PENDIDIKAN 2 MEI 2010 :)

semoga note ini bermanfaat bagi kita semua yaaaa...
ditunggu cerita dari temen2 smua, aku suka baca tulisan-tulisan MAHA karya anak muda kebanggaan Indonesia ^_^

jilbab dan laki-laki pilihan



sedikit cerita di tengah rutinitas malam yaitu mengerjakan tugas (baca : TPS), tugas lainnya dan serentetan TO DO LIST yang gak ada habisnya...huhuhuhu

aku mau sedikit bercerita...
tentang laki-laki dan jilbab ^_^

pernah suatu kali, aku didekati dan dekat dengan seorang laki-laki, memang dulunya ia mengenalku sebelum aku mengenakan jilbab. satu hal yang membuatku memiliki penilaian buruk tentangnya, ia memintaku melepas jilbabku untuk beberapa menit karena dia mau melihat bagaimana wajah dan rambutku saat ini? dengan tegas aku menolak permintaannya... "laki-laki yang baik tidak akan meminta seorang wanita muslim yang bukan muhrimnya untuk membuka jilbabnya...". bukannya sombong tapi maaf "Anda bukan laki-laki yang saya cari..."

pernah suatu kali aku dekat dengan seorang laki-laki, bisa dibilang aku menaruh hati padanya, memang dia tidak pernah memintaku melepas jilbab lantaran dia dari awal mengenalku sudah berjilbab... tapi aku pun memiliki penilaian sedikit anjlok tentangnya. pernah suatu kali aku membicarakan masalah anak-anak berkebutuhan khusus (baca : anak-anak dengan ketunaan atau kecacatan lainnya). lalu dia menjawab "aduuhh...anak-anak berkebutuhan khusus itu merepotkan....bikin susah aja". astagfirulloh ada ya orang begitu, tega ngomongnya kayak gitu....gak sampai hati aku mendengarnya... beruntung aku tidak tergoda dengan ketampanannya...

lalu, sebenarnya siapa yang aku cari?
sosok seperti apakah yang aku cari?

mengenal banyak orang membuka mataku mengenai cara menilai laki-laki, biar pernah jatuh dan salah tetapi tetap ALLOH membimbingku....semoga tidak akan lagi salah jatuh hati.

aku bukan seorang pandai agama! ilmu agamaku masih seujung kuku, mengajipun masih cempreng tapi aku tetap menjaga amanah agamaku. paling simplenya adalah masalah jilbab!
laki-laki yang baik akan mampu menjaga wanitanya dari jilbabnya....menjaga wanitanya dengan penuh kasih dan menjadikan wanitanya menjadi yang 'halal' hehehehehe :p

sekedar cerita aja,
sama-sama saling mengingatkan dalam kebaikan bahwa hukum seorang wanita muslim adalah menjaga jilbabnya, menjaga hati dan kesuciannya.....jangan melepas jilbab hanya karena laki-laki yang belum tentu akan menjadi yang 'halal' bagi kita.....heheehehhe

*lega rasanya udah menuangkan unek-unek ini, hehehhe

renungan untuk ibu



aku ingin berbagi rasa dengan kalian :)

malam ini terasa lebih dingin dan mengharukan,
slalu begini setiap habis berbagi cerita dg abangku,
selalu ada hal yg akhrnya mengembalikan smua pd satu tujuan : "hanya ingin membahagiakan Ibu..."

semakin hari kami semakin tua dan harus dewasa agar bs menjalani hidup dg bijak,
dari kecil ibu yg mendidik kami, membesarkan kami,
ibu adalah seorang guru yg tidak menggurui,
ibu mengajari kami byk hal dg tulus,
itulah ibu kami...

Ibupun akan semakin tua,
hampir setengah abad ibu hidup, lalu apakah yg sudah bisa kami berikan untuk ibu?

Ibu tidak pernah marah,
ibu tidak pernah terlihat sedih meskipun aku tau guratan wajahnya mengisyaratkan ia lelah dan butuh istirahat,
itulah Ibu kami,
harta termahal yg kami miliki saat ini...

Ketika jarak memisahkan aku, ibu, dan abang,
smua terasa sendu...
Semakin dewasa semakin terasa jarang kebersamaan kami...

Aku seorang wanita yg kelak akan pergi meninggalkan rumah karna mengabdi pd suami,
begitupun abang,
bila saatnya tiba abangku pun akan hidup mandiri bersama isterinya..
Lalu bagaimana dg ibu?
Ibu tidak pernah mengeluh dg keadaannya,
ketika merasa kesepian ibu hanya terdiam dan berdoa,
itulah ibuku...
Wanita hebat yg digariskan Tuhan untuk menjadi ibuku...

Lalu, apa ibu pernah menyesal memiliki anak seperti kami?

Miris kalau mengingat betapa banyak pengorbanan ibu untuk kami,
dan kami belum bisa membalasnya...

Tuhan,
kami hanya ingin membuat ibu tersenyum bahagia,
kami hanya ingin menjadi anak yg berbakti pd ibu...

Terima kasih Tuhan, kami memiliki ibu seperti ibu yg kau anugrahkan pd kami...

-renungan untuk ibu-

hujan dan supir taksi ^_^

15 April 2010 (waktu penulisan)



Beberapa hari ini kota Semarang diguyur hujan yang tak tentu kapan turunnya, walaupun langit cerah tapi hujan tetap turun dengan deras...

Aku menulis note ini karna aku pun menunggu hujan reda di sebuah kios laundry dekat kostku.. Aku blum berani pulang ke kost, takut laptopku rusak karna basah :D

sembari menunggu hujan reda, aku menikmati segelas jamu yg dijajakan oleh ibu2 penjual jamu langgananku.. sedikit berbincang di tengah bosan karna hujan tak kunjung reda,, hmmm...

cerita di balik hujan,
hujan sore ini mengingatkanku akan hujan beberapa tahun lalu,
hujan yg menyebabkan ciledug dilanda banjir hebat,
hujan yg menyebabkan aku kesulitan pergi sekolah,
tapi hujan beberapa tahun lalu memberiku warna dalam hidup...

Flashback,,
hujan di pagi hari yg mengguyur Jakarta...
banyak orang yg membantuku pergi ke sekolah sampai kembali lg ke rumah,,
satu orang yg plg kuingat adalah bapak supir taksi yg baik hati..
Waktu itu jalanan macet dan akses menuju sekolah terhambat,, beruntung aku naik taksinya,
seorang supir taksi yg ramah, hangat dan membuka obrolan kami dg menawarkan kue basah khas jajanan pasar..
"udah sarapan blum? itu ada kue, dimakan aja ya..."
baru kali ini aku naik taksi ditawarin kue :D

bapak itu menurunkanku tdk di dpan sekolah, Beliau menurunkanku di bawah jembatan dkt sekolahku karna jalanan macet parah..
Akhrnya aku turun dr taksi dan yg membuatku tdk enak, bapak itu tdk mau dibayar!

Gak ngerti kenapa ada supir taksi sebaik itu... Subhanallah :)

lalu, apa kbr ya bapak supir taksi itu skrg? Sehatkah?
Dimanapun bapak itu berada, semoga Beliau slalu diberi kesehatan dan keberkahan, Amin... :)

Melihat dengan "mata hati"



10 April 2010

Roda-roda terus berputar
Tanda masih ada hidup
Karna dunia belum henti
Berputar melingkar searah

Sudah lahir sudah terlanjur
Mengapa harus menyesal
Hadapi dunia berani

Bukalah dadamu
Tantanglah dunia
Tanyakan salahmu wibawa


sepenggal lirik lagu di atas adalah soundtrack dari film sang pemimpi (apatis by Ipang)....mimpi bebas dimiliki oleh semua orang tanpa terkecuali, tidak ada batasan seseorang boleh bermimpi...dan bahkan bermimpilah setinggi-tingginya, beranilah bermimpi karena Tuhan akan memeluk mimpi-mimpimu :)

namanya Andi, seorang siswa SMA kelas 2 yang sedang menjalani ujian mid semester. semangat hidupnya tinggi dan membuat saya menjadi amat sangat malu. hari ini Andi menjalani ujian hari terakhir, mata pelajarannya PPKN dan PAI (Pendidikan Agama Islam). pengalaman pertama bagi saya untuk membantunya membacakan soal-soal ujian. setelah selesai membacakan soal satu persatu, Andi menjawabnya dan saya membantu menuliskan jawabannya. Andi adalah seorang anak tuna netra, ia terlahir normal namun ketika usianya menginjak 13 tahun ia harus mengikhlaskan matanya tidak dapat melihat. Pada saat ia harus mengikhlaskan kedua matanya, ia adalah seorang atlet pesilat junior tingkat Jawa Tengah, kecelakaan itupun terjadi saat pertandingan silat. Ia terjatuh dan ada syaraf yang terjepit sehingga ia tidak lagi bisa menikmati keindahan dunia....dunia mendadak menjadi gelap dan sulit baginya untuk menerima kenyataan ini. Berbagai macam cara demi kesembuhan matanya dijalani, namun tidak ada seorang dokterpun yang mampu memberi jaminan bahwa ia akan dapat melihat kembali. Andi bercerita "waktu itu semua orang bilang gini mbak...sabar....sabar...iya mereka gampang ngomong sabar tapi saya yang menjalani kan berat mbak, coba kalau mereka yang jadi saya? apa mereka masih bisa bilang sabar?". butuh waktu bertahun-tahun untuknya menerima keadaan ini, begitupun kedua orangtuanya. beruntungnya Andi memiliki keluarga yang bisa menerima kekurangannya, keluarga sangat memberi dukungan moril dan materil untuknya, itulah semangat terbesarnya.

"gak mungkin selamanya saya bergantung sama orangtua, nanti kalau orangtua, bapak, ibu udah gak ada terus saya sama siapa? kakak2 saya sudah berkeluarga, saya maunya mandiri mbak..makanya saya terus jadi semangat! orangtua aja gak malu punya anak saya, masa saya malu sama diri saya sendiri. dan dari situ saya jadi bertekad pengen mandiri....biar bisa hidup sendiri kalau orangtua udah gak ada..."

percakapan hangat di sela-sela ujiannya, membuat saya memahami bahwa dunianya memang gelap tetapi hatinya tetap terang, Tuhan tidak pernah tidur dan selalu memberi rezeki lain di balik kegelapannya. "dulu saya itu nakal lho mbak, saya jujur aja, mungkin emang gini caranya Allah menegur saya. coba kalau saya bisa melihat pasti saya nakal banget mbak...temen2 saya yg dari kecil, dari SD itu sekarang ampun deh mbak nakal banget....ya ada hikmahnya juga dari gak bisa ngelihat ini mbak...kalau mau disesali, disedihin terus sih kapan saya bisa bersykurnya mbak, yasudah jalani sajalah, sekolah lagi...biar mandiri....saya mau buktikan ke orang2 bahwa TUNA NETRA BUKAN CUMA BISA JADI TUKANG PIJET ATAU PENGEMIS TAPI KAMI BISA MELAKUKAN HAL LEBIH DARI INI...."

saya hanya bisa terdiam dan tersenyum kecut mendengar ucapan2 Andi, betapa seringnya saya kufur nikmat, hmm dia saja bisa setegar itu harusnya saya bisa lebih dari dia :)

soal agama yang berjumlah 10 uraian membuat saya semakin kagum dengan sosok Andi, pelan-pelan saya membacakan sepenggal ayat Qur'an yang ada di lembar soal, ayat Qur'an yang ditulis dalam bahasa Arab ternyata Andi mampu menjawabnya,, bahkan dia hafal dan jujur membacanya jauh lebih fasih dari saya (jadi malu, hehe)...begitupun soal2 lainnya, dia melafalkan dalam bahasa Arab dan saya yang menuliskannya dalam tulisan Arab. menurut saya dia canggih bisa menghafal dengan segala keterbatasannya. ternyata memang tidak ada istilah BATAS untuk belajar. semua orang bisa belajar apapun, kapanpun, dimanapun baik itu manusia normal maupun manusia yang membutuhkan perhatian lebih...

Andi mengoptimalkan kemampuan mendnegarnya, karena ia bersekolah di sekolah anak normal, tidak ada yang mengistimewakannya karena memang dia ingin dianggap setara. Andi pun memiliki banyak teman, ia tetap bermain, bergaul dengan teman2nya yang lain, beruntung mereka bisa berteman dengan sangat baik. Menurut Andi "kami semua saling melengkapi mbak...bahkan teman2 saya yang tadi itu sering main ke rumah sahabat (rumah tinggal untuk komunitas sahabat mata)....wah akrab sekali mereka, kalau saya datang mereka seneng katanya saya ramai..."

Andi juga senang bermain internet, dan ia baru saja membuat account facebook, selama ini ia memiliki account facebook bersama dengan teman gengnya yang sesama anak tuna netra :)
dia senang berselancar di dunia maya dengan menggunakan modem dan laptopnya, katanya lebih enak main internet di rumah, lebih bebas kalau di warnet kan sempit mbak, gak bisa rame2.. kemudian Andi mengakhiri obrolan dengan tertawanya....

saat ini ia masih aktif sesekali mengajari teman2nya gerakan2 dasar silat, karate, karena memang sejak kecil ia sudah belajar silat....ia tidak ingin berhenti silat karena menurutnya "waaahh kalau silat, karate, itu sih udah mendarah daging mbak..". Andi bersama teman2 di komunitasnya sesekali mengadakan pertunjukkan teater, terhitung ia sudah sekitar 4 kali melakukan pertunjukkan teater. Ia mengaku senang berteater, berkumpul dengan teman2nya, tapi ia mengaku lelah jika akan melakukan pertunjukkan karena ia harus mengerahkan seluruh kemampuan konsentrasinya untuk menghafalkan dialognya :)

Ada sebuah kalimat yang diucapkan Andi yang membuat saya tertegun : "mau bahagia atau mau dapet rezeki kuncinya cuma satu mbak, silaturahmi...."

--------------------------------------------------------------------------------------------------
terlalu banyak yang kami obrolkan dan jujur saya seperti mendapat sesuatu yang beda dari perkenalan ini. intinya dia dan teman2nya hanya menginginkan kesetaraan, bahwa anak dengan tuna netra pun bisa belajar, bersekolah dan hidup mandiri, tidak sebatas menjadi tukang pijet dan pengemis.

KALAU MEREKA SAJA OPTIMIS DENGAN KENGINGINANNYA UNTUK MANDIRI DAN SUKSES SEHARUSNYA KITA BISA MELAKUKAN SESUATU YANG LEBIH DARINYA YAAAA....???

Tuhan memang Maha Adil,
ketika mata tidak mampu melihat indahnya dunia,
tapi mata hati mampu melihat indahnya 'dunia',
Tuhan memberikan mata untuk melihat hal-hal yang baik,
dan Tuhan menciptakan hati untuk merasakan hal-hal yang baik,
Alhamdulillah jika Tuhan memberikan kita sepasang mata yang mampu melihat indahnya dunia dan mata hati yang mampu menerangi hati kita.....

"Sesungguhnya sesudah kesulitan ada kemudahan...." (Q.S Al-Insyirah : 6)

Andi berkali-kali mengatakan kepada saya : "yang penting bersykur mbak....saya bersykur, alhamdulillah saya bisa sekolah dan bisa melakukan banyak hal dengan keterbatasan saya...syukuri apa yang ada..."

saya yakin, di luar sana masih banyak Andi-Andi lainnya...setidaknya dengan mengenalnya kita bisa lebih bahagia dan mensyukuri apa yang ada bahwa selalu ada jalan bagi hambaNya yang percaya akan keEsaanNya....

*semoga note ini bermanfaat, tidak ada unsur menggurui, hanya ingin sharing, dan buat temen2 yg lain, ditunggu sharing ceritanya ya! :)

terima kasih untuk sahabat mata yang telah memperkenalkan saya kepada seorang jagoan bernama Andi....

tentang pacaran dan pernikahan

hari ini sangat melelahkan, baru sampai kost jam 10 malam karna rapat, internet kost lg bobrok jd menghambat tugasku! tapi hari ini aku senang, alhamdulillah :)

siang tadi aku datang ke acara walimahan seorang abangku yg di Semarang :)

terharu campur bahagia...walimahan yg sederhana tapi sangat bersahaja....cukup dg iringan nasyid yg terdengar modern tp agamis...senang bisa datang di walimahan ini :)

pernikahan ternyata tidak selalu diawali dg masa pacaran yg lama...proses penjajakan dg cara Islami tp serius! Like this banget deh!

Tidak mengumbar byk kata2 manis, berbekal niat suci & tulus pd 1 pasangan, ternyata menghasilkan hubungan yg akhirnya menjadi HALAL :)

tidak usah menyesal karena pernah gagal dlm pacaran, tdk usah mengutuk & membalas sakit hati pd org yg pernah menyakiti kita, doakan mereka selalu bahagia... Bayangkan kalau kita tdk bertemu si 'mantan', kita tdk akan dapat mengetahui siapa sebenarnya pasangan yg terbaik untuk kita...

Bismillah, kenali byk orang dan pelan2 menilai org2 di sekitar kita, siapa tahu jodoh kita adalah salah satu dr mereka :)

BISMILLAH...belajar introspeksi diri, kenali diri kita dg baik, tingkatkan kualitas iman kita padaNya agar kita kelak mendapat pasangan yg benar2 terbaik untuk kita, Amin :)

*note ini tdk bermaksud menggurui atau menasehati siapapun, hanya sbg seorang muslim hendaknya s

Penjual kerak telor itu bernama "Pak Edi aseli Pondok Kopi"

28 Maret 2010

hmmm hari ini saya merasa senang sekali, padahal bisa dibilang hari ini adalah hari yang melelahkan, rapat, kuliah sampai sore, lalu ke UNNES (Universitas Negeri Semarang) kemudian pulang ke kost.... tetapi ada cerita menarik yang saya dapatkan dari perjalanan hari ini :)

beberapa bulan yang lalu, saya sangat ingin sekali makan KERAK TELOR! hehehe asal tahu aja ya, teman-teman ikutan heboh karena saya sangat ngidam makanan itu! maklum di semarang jarang sekali yang jual kerak telor, keliling-keliling tidak dapat sampai suatu malam, ada seorang teman yang sengaja datang dari Ungaran ke Semarang untuk menemani saya makan kerak telor.. tidak sengaja dia melihat ada bakul kerak telor di Ungaran...waahh malam itu rasanya senang bukan main! akhirnya saya bisa makan KERAK TELOR! hehhehehehe :p

dan sore ini saya kembali senang karena setelah beberapa bulan akhirnya saya bisa mencicipi nikmatnya kerak telor! setelah saya amati ternyata abang kerak telor yang di Ungaran dan di Gunung Pati (daerah pelosok dari Semarang) sama! hmm mungkin memang saya berjodo dengan abang kerak telor ini, hahaha
sambil menunggu hujan reda, saya memesan satu porsi kerak telor yang saya makan bersama dengan teman saya.....satu porsi harganya cukup 10 ribu Rupiah saja, dengan 2 buah telur ayam, hehe

sambil menikmati kerak telor bikinan Bapak Edi, kemudian saya iseng mengajak Pak Edi mengobrol....rasanya enak sekali berbicara dengan logat yang sama, dan kecerewetan yang sama khas Betawi, hehehe

Pak Edi berasal dari Pondok Kopi, Jakarta Timur..ketika tahu pertanyaan pertama yang muncul dari saya adalah "Lho Pak, bapak kan asli Jakarta, kenapa bisa nyasar kesini? ke Ungaran, Semarang?" lalu saya dibuat shock karena pak Edi hanya menjawab "JAKARTA SUMPEK! hampir 60 tahun hidup di Jakarta! SUMPEK!" seketika saya langsung mengiyakan dengan anggukan kepala...

kira-kira saya berbincang dengan Pak Edi sekitar 45 menit, banyak hal yang Beliau ceritakan, dan saya sangat terkagum-kagum, terkesima dengan ceritanya...

Pak Edi adalah seorang pensiunan Departemen Perhubungan, kerjanya dahulu di bagian DAMRI...usia Pak Edi saat ini 62 tahun, dan Beliau baru pensiun sekitar 10 tahun yang lalu. Pak Edi memiliki 6 orang anak, 4 putri dan 2 laki-laki, Beliau memiliki cucu 8 orang dan cucu tertuanya saat ini sudah duduk di bangku kuliah semester 4...dan kesemua keluarga Pak Edi tinggal di Jakarta, Bekasi, dan sekitarnya... jadi Pak Edi memang merantau seorang diri di sini. setelah saya telusuri lebih lanjut lagi, ternyata pada tahun 2007 secara tidak sengaja Pak Edi mengikuti kawannya yang masih bekerja di DAMRI, jalan-jalan ke kota Yogyakarta. ketika itu Beliau kaget karena banyak penjual kerak telor yang ternyata bukan berasal dari suku Betawi asli....seketika pikiran Pak Edi langsung menyesalkan keadaan itu. tanpa pikir panjang Pak Edi memutuskan untuk mencoba peruntungan dengan berjualan KERAK TELOR di tanah Jawa...awalnya di Yogya, di pelosok-pelosok Jogja, di Kulonprogo, Gunung Kidul, dan bahkan di desanya Mbah Marijan, menurutnya sudah banyak tempat di Yogya yang ia sambangi sebagai seorang penjual kerak telor....setelah puas berkeliling Jogja, kemudian Pak Edi memutuskan untuk berjualan di Ungaran, Ambarawa, dan sesekali di daerah Gunung Pati, Semarang. Sistem berjualannya pun cukup unik, 20 hari Pak Edi berjualan di kota A, kemudian pindah ke kota B, kemudian pindah ke daerah C, begitu seterusnya, tetapi tetap berada di wilayah Jawa Tengah... yang uniknya, setiap 2 bulan sekali, Beliau pasti pulang ke Jakarta untuk menengok keluarganya :)

saat ini Pak Edi mengontrak rumah di daerah Karang Jati, dekat Ungaran. Beliau sangat senang berjualan kerak telor, karena terkadang omsetnya mencapai 6 juta dalam 10 hari (pada event tertentu), dan 250 ribu - 300 ribu perhari...tetapi satu hal yang sangat disenangi oleh Pak Edi adalah CARA MENIMATI HIDUP DI MASA TUANYA...BEliau tidak berorientai uang dan materi, karena menurutnya, "Buat apa saya sumpek-sumpekan di Jakarta, isteri sudah tidak ada, anak-anak sudah berkeluarga, kalau hidup begini kan saya bisa jalan-jalan, tau kota-kota lain, banyak alam yang masih asri, saya bisa menikmati masa tua saya...pokoknya seneng banget deh bisa hidup seperti sekarang...."

kalau boleh dirunut, saya sudah menanyakan apakah anak-anak tidak berkeberatan dengan keputusan Pak Edi untuk pergi meninggalkan Jakarta, kemudian Pak Edi tetap menjawab, "anak-anak ya awalnya keberatanlah, kenapa saya pergi kesini, mau ngapain, orang anak saya kan juga kerja, bahkan ada yang kerja di K**** Farma, tapi saya tetap pengennye begini aja, pernah sih nyoba tinggal di Pondok Kopi aja, yang ada saya malah sakit-sakitan, kerjaannya cuma makan tidur aja, malah gak enak hidup saya...kalau seperti sekarang ini kan saya bisa menikmati hidup di masa tua, sendirian tapi menyenangkan..ya begitulah....lagian disini juga banyak orang-orang dari Jabodetabek, paling enggak masih ada yang suka manggil saya babe, jadi tetap berasa ada Jakartanya gitu...lagian coba kalau saya jalan-jalan udah berapa puluh juta duit yang saya habiskan, kalau begini kan enak, jalan-jalan sambil jualan" kemudian Pak Edi menutup obrolan ini dengan tawa renyahnya....

Pak Edi menceritakan kepada saya beberapa cerita lucu, mulai dari 'gerobak pikulannya' yang terbawa oleh banjir yang terjadi di daerah Gunung Kidul ketika itu, kemudian cerita Ibu hamil yang ngidam makan kerak telor tetapi tidak kesampaian sampai anaknya lahir dan berusia 5 bulan, barulah ibu itu bertemu dengan Pak Edi dan membeli kerak telornya.....unik ya, abang kerak telor yang langka dan seperti artis yang kerjaannya berkeliling dari satu tempat ke tempat lain, menikmati setiap jengkal perjalanan hidupnya :)

--------
dari cerita singkat mengenai Pak Edi, ada satu hal yang bisa saya petik...bahwa cara menjalani hidup adalah dengan menikmatinya, bisa saya bilang Pak Edi sangat optimis dan mensyukuri hidupnya, di masa tua tanpa isteri, Beliau memilih untuk menikmati hidup dengan jalan-jalan sambil berdagang, bahkan ia terkesan sangat mensyukuri apa yang telah ia dapatkan selama ini....PRINSIPNYAPUN : "ADA ATAU TIDAK ADA UANG SAYA HARUS TETAP PULANG SETIAP 2 BULAN SEKALI KARENA SAYA JUGA MASIH PUNYA KELUARGA" (sebagai catatan Pak Edi pulang ke Jakarta tanpa ongkos bahkan diberi ongkos, ia biasa 'nebeng' DAMRI, hehehhe)

banyak orang yang ketika memasuki usia tua menjadi bingung "mau apa saya nanti setelah pensiun?" mungkin cerita Pak Edi dapat dijadikan sebagai sebuah gambaran bahwa ADA CARA LAIN MENIKMATI MASA TUA WALAUPUN TIDAK MEMILIKI PENDAMPING HIDUP LAGI.....

dan saya yakin, di luar sana masih banyak Pak Edi Pak Edi dan Pak Edi lainnya yang bisa selalu bersemangat dan bisa menikmati hidup dengan caranya masing-masing :-)

Pesan Sponsor :
1. dalam hidup jangan melihat ke atas melulu, coba lihat orang-orang di sekitar kita, dekati , kenali mereka dan kita akan memahami cara lain menikmati hidup
2. selalu bersyukur dengan apa yang telah Tuhan berikan kepada kita
3. jangan ngidam KERAK TELOR....susah nyarinya! hahahaha :D

**buat yang penasaran mau ketemu Pak Edi dan mencicipi kerak telornya,
Beliau masih berjualan kerak telor di daerah Gunung Pati, dekat kampus UNNES sampai hari Sabtu besok, lalu minggu depan Beliau berjualan di Ambarawa, kemudian bulan Mei off karena akan pulang ke Jakarta, kemudian bulan Juni kembali berjualan di Ungaran Ekspo!! WOW...LUAR BIASA JADWAL BERJUALANNYA PADAT MERAYAP! hahahaha

So, semoga tulisan saya ini bermanfaat ya, buat intermezo dan sama-sama belajar memaknai hidup dari sudut pandang dan cerita orang lain....SEMANGAT SEMANGAT!!!

saya jadi terinspirasi untuk travelling sambil jualan lol :p

*Tala_cheers! :-)